Tanpa kita sadari, akhir zaman terus menghampiri. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab karangan Beliau menuliskan perkiraan usia umat islam berdasarkan perkataan Rasulullah dari sejak Hijrah hingga seluruh muslim dicabut nyawanya nanti oleh sebuah angin lembut di akhir zaman, yaitu sekitar/kurang lebih 1576 Tahun. Hari ini kita berdiri di tahun 1436 H, maka waktu yang tersisa adalah sekitar 140 tahun, kurang atau lebih.

Dalam kisaran 140 tahun ini, akan semakin banyak tanda-tanda kiamat besar yang Allah perlihatkan. Setelah wafatnya penguasa Arab, salah satu tanda kiamat besar yang terdekat dengan hari ini barangkali adalah jatuhnya meteor-meteor ke bumi yang akan menyebabkan 'dukhan'.

Jatuhnya meteor ini mungkin terjadi tahun ini, atau setahunnya lagi, atau setahunnya lagi, belum ada yang dapat memastikan. Namun pada hari ini memang telah ada 3 meteor yang jatuh, satu di Rusia, satu di Argentina, dan saya lupa tentang yang ketiga. (Semoga kita selamat pada kejadian ini)

Adapun setelah peristiwa dukhan, semua teknologi yang kita nikmati hari ini akan hilang fungsinya. Kita akan kembali ke zaman seperti ketika Rasulullah masih hidup, berjalan kaki atau menaiki hewan tunggangan.

Sebelum Islam datang, sebagian besar orang Arab memang tak bisa membaca dan menulis. Itulah sebabnya Al-Qur'an menyebut mereka masyarakat yang ummi (ummiyyun) atau masyarakat yang tidak bisa membaca dan menulis.

Namun tetap ada beberapa orang yang mampu melakukannya. Salah seorang diantaranya adalah Aban bin Sa’id ibnul Ash sejajar dengan para sekretaris Nabi yang lain yang juga merupakan sahabat besar seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, dan lainnya.
Semua sahabat Nabi SAW yang kita kenal adalah sosok-sosok agung. Setiap kali nama mereka disebut, sudah tentu kemuliaannya ikut dikenang orang. Semuanya sebanding dengan prestasi dan perjuangan mereka yang luar biasa. CInta Allah dan Cinta Rasul-Nya, itulah semangat mereka selama hidup. Namun ternyata tak perlu menjadi pahlawan yang hebat, ulama yang shalih, atau ilmuwan yang pandai untuk mencintai Allah dan Rasulullah. Seperti yang diperlihatkan oleh seorang penjual minyak wangi berikut ini.


Bismillah...

Sungguh, di dalam Al-Quran surat Al-Fajr ayat 27-30, Allah memberikan sambutannya kepada segolongan manusia yang diistimewakan-Nya;

"Wahai jiwa yang tenang!"
"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhai-Nya".
"Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,"
"dan masuklah ke dalam surga-Ku"

 Menjadi Muslim adalah menjadi kain putih, lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam.

"Celupan warna Allah, dan siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan hanya kepadaNyalah kami menyembah.

Telah tiba saatnya, derai berkilau islam dan cahaya pribadi seorang muslim menyinari bumi tercinta. Maka saksikan, bahwa aku seorang muslim. Dan saksikanlah bahwa kami adalah muslim.