Namun tetap ada beberapa orang yang mampu melakukannya. Salah seorang diantaranya adalah Aban bin Sa’id ibnul Ash sejajar dengan para sekretaris Nabi yang lain yang juga merupakan sahabat besar seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, dan lainnya.
Pelindung Utusan Rasulullah Saw
Di tahun ke-6 Hijriyah, Rasulullah Saw dan para sahabatnya berangkat haji ke Mekah. Namun di pinggir Mekah, mereka dihadang pasukan Quraisy. Padahal kaum muslimin saat itu tak membawa senjata sebagaimana layaknya orang ingin beribadah haji. Maka Rasul SAW mengutus Usman bin Affan memasuki Mekah untuk menjelaskan maksud kedatangan kaum muslimin.Saat itu sangatlah berbahaya bagi seorang muslim untuk memasuki Mekah tanpa ada perlindungan (jiwar) dari seorang pemimpin suku di Mekah, maka Usman ra mencari perlindungan yang dibutuhkan. Perlindungan itu datang dari Aban bin Sa’id ibnul Ash, pemimpin Banu Sa’id.
Aban mempersilakan Usman naik membonceng kudanya sambil berkata, “Naiklah, jangan takut pada siapapun, Banu Sa’id adalah kaum terpandang di Tanah Suci ini. Meski saat itu masih memusuhi Nabi Saw, namun jiwa Aban bin Sa’id ibnul Ash yang adil tahu tak sepantasnya orang dilarang beribadah di Masjidil Haram. Tak lama setelah peristiwa itu Aban bin Sa’id ibnul Ash pun memeluk Islam.
Menjadi Sekretaris Rasulullah
Rasulullah sangat menghargai sahabat barunya ini. Beliau Saw memberi kepercayaannya kepada Aban bin Sa’id. Aban ditugaskan bergabung dengan pasukan dari Madinah untuk berdakwah dan membebaskan wilayah Najd dari kemusyrikan. Tugas itupun diselesaikan Aban dengan baik.Selanjutnya, Rasul Saw memberi Aban bin Sa’ad ibnul Ash tugas yang lebih penting dengan mengangkat Aban sebagai salah satu sekretarisnya. Tak berhenti sampai di situ, di tahun 9 Hijriyah, Rasul Saw mengangkat Aban bin Sa’id ibnul Ash menjadi Gubernur di Bahrain. Jabatan ini tetap diemban Aban sampai masa kekhalifahan Abu Bakar ra.
Aban bin Sa’id ibnul Ash gugur sebagai syuhada di perang Ajnadain tahun 13 Hijriyah menurut sebagian ulama, atau di perang Yarmuk tahun 15 Hijriyah menurut sebagian ulama yang lain.
Adds :
Di Mekah, Usman bin Affan ditawari oleh para pemimpin Quraisy, “Usman, kalau engkau mau bertawaf di Ka’bah, bertawaflah”. Namun Usman ra menjawab, “Saya tidak akan melakukannya sebelum Rasulullah bertawaf”.Kondisi Masyarakat Arab yang Ummi itu tak beda dengan keadaan bangsa Indonesia di masa penjajahan. Ketika itu banyak sekali bangsa Indonesia yang tak bisa menulis dan membaca.
Ketika Usman ra lama tak kembali, Rasul dan para sahabat berikrar untuk membela Usman. Di tempat berikrar itu kini dibangun Masjid Ridwan.
#
Lihat, ada sahabat Muhammad masuk Mekah sendirian!.Itu Usman bin Affan! Siapkan pedang kalian, kita serang dia! (sring)
Berhenti!
Aban bin Sa’id ibnul Ahs!?
Kami dari Banu Sa’id telah memberikan jiwar pada Usman sampai tugasnya selesai!
Naiklah, jangan takut pada siapapun. Banu Sa’id adalah kaum terpandang di Tanah Suci ini.

0 komentar:
Posting Komentar